cart   sign in
Surfing LIfe Australia Paparazzis

SURFING LIFE AUSTRALIA: KETIDAKETISAN SURFING JURNALISME

Nathan Myers, jurnalis selancar, pemfitnah peselancar dan pencipta nusa, Diego dan Nathan memiliki alasan sendiri: “Itu hanya berselancar. Orang hanya akan tersenyum dan membalik halaman”.
Chris Binss, mantan-kepala-editor SURFING LIFE AUSTRALIA menolak untuk mencabut pencetakan untuk tidak “menjadikan panutan”.
Apakah ini praktik yang tidak etis di mana-mana pada jurnalisme selancar?

Diego dan nusa films membuat film pendek selancar yang paling asli menampilkan Mick Jagger yang mengirimkan pesan kepada jurnalis selancar yang jahat.

Baca lebih lanjut.

Atau tontonlah Memo From Surfing

Continue reading


*DELICIOUS (Atau Bagimana Cara Menemukan Senyuman Special Di Bali)

*DELICIOUS
(Atau Bagimana Cara Menemukan Senyuman Special Di Bali)

Sebagai orang asing (Bule) yang baru datang untuk berselancar di Bali, kamu akan melihat sesuatu, segera dan sangat mencolok: Senyuman. Senyuman berlimpah ruah di Bali. Semua jenis senyuman; senyuman selamat datang, senyum tradisional, senyum bahagia, senyuman rutin, senyuman bercanda denganmu, senyuman-kenapa-saya-tidak tersenyum.

Continue reading


SEKELOMPOK ORANG ITALIA MENGKLAIM SPOT BUKIT SEBAGAI KEPUNYAAN MEREKA

SEKELOMPOK ORANG ITALIA MENGKLAIM SPOT BUKIT SEBAGAI KEPUNYAAN MEREKA

Akhir musim penghujan ini mungkin layak untuk dikenang. Beberapa faktor menempatkannya dalam sejarah baru dari berselancar di Bukit. Bukan kualitas dan kuantitas gelombang, meskipun beberapa dari kita pernah merasakan ombak yang konsisten dan bagus di bulan Januari, bukan itu. Hal ini akan diingat oleh orang-orang yang pernah merasakan surfing di spot yang rahasia namun sekarang telah berubah menjadi ramai dan padat (hal ini normal). Hal ini juga akan diingat oleh mereka yang merasakan musim hujan yang terasa seperti musim kemarau selama lebih dari dua minggu (ini tidak normal).  Dan, hal ini juga akan diingat oleh sekelompok orang Italia yang mengklaim bahwa Bukit spot adalah kepunyaan mereka (yang ini sureal).

Continue reading


NAMANYA JUGA BULE

NAMANYA JUGA BULE

Bule teman ku menceritakan cerita yang menarik yang terjadi beberapa waktu yang lalu  (beberapa waktu yang lalu berdasarkan waktu Bali). Cerita dimana yang terlibat didalamnya adalah bule-bule yang tinggal di Bali. Sebuah kisah yang tidak akan terjadi pada bule-bule yang terlibat jika mereka bukan bule. Sebuah kisah yang disampaikan temanku yang tidak akan disampaikan kepadaku ketika dia bukan bule. Kisah yang tidak akan aku ceritakan sekarang ketika aku bukanlah bule seperti diriku. Tidak penting karena penjelasannya, tapi karena sifat alami pada  diri surfer-surfer bule. Cerita yang akan membuat anda berkata “betul, semua bule begitu”. Dan karena memang susah untuk melepaskan ke-bule-an kami dan dengan seizin teman saya, inilah dia:

Continue reading


BAGI MAJALAH TIME, BALI ADALAH NERAKA – INILAH PANDANGAN KAMI

BAGI MAJALAH TIME, BALI ADALAH NERAKA – INILAH PANDANGAN KAMI

Setahun yang lalu, pada bulan April 2011, Majalah Time menuliskan sebuah artikel tentang Bali yang berjudul “Holidays in Hell: Bali’s Ongoing Woes”. Sejak saat artikel itu terbit, banyak penerbit-penerbit majalah lain yang ikut menggemakan isu ini –bagaimanapun akuratnya (hal ini banyak disangsikan)- yang dipuntir, dibelokkan dengan berat sebelah, hanya dari satu sisi dari jurnalisme. Sang penulis benar-benar berusaha mempertahankan hal ini, mengatakan bahwa artikel ini tidak dimaksudkan untuk menyatakan gambar keseluruhan dari Bali tetapi hanya, sebagaimana dia perlihatkan pada kita dari judul artikelnya, melainkan hanya menceritakan masalah yang sedang terjadi. Pandangan kami adalah:

Continue reading