inside nusa

NUSA “KAMI ADALAH PESELANCAR”

Senin, Januari 30, 2017 1 Comments 11 Likes
Likes You may like only once 1 Comments

KAMPANYE NUSA 2017 “KAMI ADALAH PESELANCAR”

Pakaian baru NUSA sudah ada di toko-toko kami di Bukit dan Ubud!
Ini adalah kampanye baru kami “KAMI ADALAH PESELANCAR”.

Bagi anda yang mengikuti kami di media sosial kami mungkin telah melihat kampanye baru “KAMI ADALAH PESELANCAR” kami. Bagi anda yang belum, nah inilah dia. Ikuti kami untuk tetap menjadi yang terbaru dengan NUSA, DEBALI dan TOKO-TOKO SELANCAR NUSA.

“KAMI ADALAH PESELANCAR”

Orang Amerika &  Orang Russia

we want peace, waveswe seek truth, light off-shore winds

CHARLIE 

Charlie berusia 52 dan dari Los Angeles, California.
Selancarnya “… lebih lancar, lebih kuat dan lebih berjela-jela dari pada yang pernah…”.
Dia mulai berselancar secara teratur pada tahun 1982. Jadi dia telah berselancar sebentar. Dia telah membayar iurannya. Dia memilih kehidupan selancar dan dia mengatakannya seperti ini, “Selancar tidak hanya selancar, dan saya bukan ‘peselancar’ karena itu semuanya bukan ‘siapa saya’ dan namun, saya gemar akan vitalitas dan aksi pergi berselancar dan telah bekerja benar-benar keras untuk menjadi ahli memainkannya. Saya bangga akan hal itu dan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan demikian- jadi saya telah mendapatkan respek yang saya berikan pada diri saya sendiri dan meminta dari orang lain.”.

Bekerja dalam pemasaran secara online memungkinkan dia untuk mengatur pekerjaannya dekat-dekat ommbak besar dan pasang, dan Charlie memicu berselancar ketika dia pertama kali mulai, dan sehingga mungkin harus melakukan dengan cara dia memahami dunia dan dirinya sendiri yang lebih baik. “Lautan itu hidup, itu adalah organism hidup … dan begitu juga kita … Bagi kita semua dan masa depan kita untuk bertahan hidup dan berkembang, Ini penting kita bersemedi kepadanya hingga kita memahaminya; sehingga kita sungguh-sungguh saling tergantung pada semuanya yang disekitar kita untuk kehidupan. Jika kita gagal untuk memahami hal ini, kita mengambil resiko terhadap hadiah yang luar biasa bahwa kehidupan adalah untuk saat ini dan masa depan yang potensial. Berselancar membantu saya untuk memahami hal ini, dan telah memberikan jasa yang luar biasa kepada saya karena pelajaran itu.”

Dia telah datang, pergi dan tinggal di Bali selama tujuh tahun. Akhir-akhir ini dia telah berusaha untuk “mendapatkan secara konsisten di atas bibir dengan kedatangan saya kembali” dan “mendapatkan yang lebih baik di barel, lebih dalam” dan “ untuk menjadi lebih toleran”.

Di musim hujan dia telah berselancar di sebuah tempat yang baru antara Nusa Dua dan Nyang Nyang. Dan di musim kemarau dia telah berselancar sebagian besar kiri obral sekitar sudut dari XXXXXXXX.

Nasehatnya untuk anda, “Berselancar di dan dari dirinya sendirin benar-benar bukan berarti sesuatu; mungkin berselancar tidak masalah sama sekali. Tetapi, yang kita lakukan dengan itu dan melalui itu dapat berarti banyak”,
dan,
“Naiki pin tunggal dalam kesempatan. Lihat apa yang dilakukannya untuk selancar anda.”
Kata-katanya yang terakhir:
“Terima kasih kepada anda yang sudah menunjukkan respek yang tepat. Semoga anda diberkati dengan banyak ombak.”.

Hubungi Charlie di sini and di sini .

 

NIKITA 

Nikita sudah menjadikan Jimbaran, Bali kampung halamannya jauh dari kampung halaman asalnya, Moscow selama beberapa tahun.

Dia adalah seorang footer bodoh yang ramah, tenang dan yang suka berselancar di Impossibles selama musim kemarau dan Pandawa selama bulan-bulan hujan.
Dia cukup beruntung untuk dapat melakukan pekerjaan secara online yang memungkinkan dia untuk tinggal dan berselancar di Bali.

Dia berusia 30 tahun dan telah berselancar selama 6 tahun sekarang ini.

Kehidupannya sebagai seorang peselancar menguasai dia untuk selama-lamanya. Selancarnya adalah, seperti yang dia katakan, “cukup bagus” dan saat ini fokus pada “teknik yang benar” dan meningkatkan maneuver-maneuvernya dan mengembangkan yang baru.

Berselancar dan belajar dari “orang Amerika” pasti akan mengambil selancarnya pada tingkat yang baru.

we pray for plenty, uncrowded waveswe prefer substance over image, glassy over choppy

Orang-orang Amerika Latin

we love to travles, waveswe want wholesome foods, to not eat it on the reef

RAIMUNDO

Raimundo, 34, aka Huevo, menjual perusahaannya yang bergerak (dimana dia adalah menejer dan supir truk) tiga tahun yang lalu, menginvestasikan uangnya dengan bijaksana, dan karena telah menjadikan Bali sebagai kampung halamannya. Dia melakukan pemasaran secara online untuk Hotel Orchid di Ungasan pengganti makanan dan akomodasi.

Sebagian besar waktu anda akan menemukan dia berselancar di Uluwatu atau Pandawa, atau berteman dengan orang-orang di The Cashew Tree, Single Fin atau Tinder.

Dia mulai berselancar 16 tahun yang lalu di perairan dingin Chile. Dari Santiago, waktu selancarnya terbatas jadi selancar tropis, konsisten Bali telah memberikan kesempatan kepada dia untuk mendapatkan consistensi saat “fokus untuk bersenang-senang dan menemukan jalur-jalur dan kekuatan baru saat berada dalam pengawasan.”.

 

ALGIMIRO

Anda tidak akan berpikir begitu dengan kesenangan dan peranan yang dia tunjukkan segera sesudah kamera mulai mengklik, tetapi Algimiro adalah seorang pria yang tenang, sederhana. Kasihan. Kasihan karena musiknya bisa mendapatkan lebih banyak perhatian sebaliknya. Periksa: Cellomano (kami menggemari yang ini) atau hubungi dia di sini.

Algimiro datang ke Bali dari Venezuela asalnya (Isla Margarita) dengan beasiswa studi-studi musik 6 tahun yang lalu. Dia tinggal di Ubud dimana dia terus mengembangkan bakat musiknya. Barangkali dia berselancar di sekitar daerah tersebut, tetapi sebagian besar, dia tidak keberatan menaiki sepedanya dan bersepeda sepenuhnya ke Bukit untuk berselancar di tempat-tempat favoritnya, Uluwatu dan Green Balls.

Sebagai seorang peselancar, dia juga sederhana: “Tingkat selancar saya naik-turun, tergantung pada suasana hati saya. Saya fokus pada ombak-ombak tetap, tinggal di puncak.” Dan saat dia sedang menyempurnakan keterampilan barelnya, di Nusa kami mengenal dia karena bottom turn dan floater yang luwes.

 

RODRIGO

Ayah Rodrigo milik generasi-generasi awal dari peselancar-peselancar Brazil, “ayah saya adalah seorang peselancar, jadi saya mungkin mulai berselancar sejak saya seorang spermatozoon.”, kata penduduk asli yang berusia 35 tahun dari Guarujá, São Paulo.
Selain menjadi seorang peselancar yang ulung, Rodrigo adalah seorang pengusaha secara online yang bekerja di industri film Brazil dimana dia menerapkan keterampilannya sebagai fotografer dan pencipta media visuil.
Dia telah lama berada di Bali dan tinggal di Balangan. Namun, dia telah menghabiskan waktunya untuk menjelajahi dan mengatakan tempat-tempat favoritnya selama musim kering dan basah yang keduanya merupakan tempat-tempat rahasia.
Selancarnya saat ini adalah “suasana jiwa peselancar, fokus pada pemahaman tentang hubungan dengan ombak dan selancar sebagai sebuah praktek meditasi aktif.”
Dan pesannya adalah: “Anda hanya bisa memahaminya jika anda menikmatinya! #tetappositif #percaya #ikutiimpiananda #selamatkanplanet”

we crave to travel, to surfwe seek honest media, secret spots

Orang Indonesia

we like togetherness, good vibes on the waterwe appreciate clean environment, clean swells

KOMANG

Hampir tidak memerlukan pengenalan, Komang salah satu dari riper yang paling ramah di Bukit.

Dia adalah orang Bali yang perkerja keras dari Medewi yang, menejer sales toko di BGS (di seberang dari toko kami di Ungasan), bertemu dengan banyak turis dan penduduk sama.

Selalu ramah dan mau menolong, Komang juga muncul di udara menjadikan hal itu sukar bagi para fotografer untuk memfilmkan dekat diluar bingkai ke dalam langit mengudara.

Di pemotretan “KAMI ADALAH PESELANCAR”, kami juga menemukan kecondongannya untuk menjadikan tari Bali bergerak dan menghadap yang membuat kami semua tidak berdaya.

Dia berusia 22 dan mulai berselancar di usia 11, “setengah dari seluruh kehidupan saya!”, katanya dengan ketawa.

Ketika ditanya tentang tempat-tempat favoritnya dia banyak meyebutkan semua tempat di Bukit, “Saya gemar berselancar dimana-mana.”, katanya.

“Saya sekarang sedang fokus pada putaran dan barel besar tetapi sebagian besar bersenang-senang dan vibes yang bagus.”

“Saya mencintai orang-orang, budaya dan realitas saya ketika orang-orang sejati, hormat dan menolong satu sama lain.”

Hubungi Komang di Facebook or Instagram.

we carve our future, lines on the waterwe choose tolerance, a surfers life

 

Orang Afrika Selatan

sometimes we lie, we drop in on people

ROWAN 

Berasal dari Africa Selatan, Rowan bekerja sebagai seorang consultan pemasaran yang memungkinkan dia untuk bekerja secara online. Tanpa terlalu banyak pikiran yang kedua, dia memutuskan untuk menetap lagi dari Durban asalnya ke Bali. Dan, seperti para peselancar yang banyak, memilih Bukit.

Dia berusia 29 dan telah berselancar selama 14 tahun.

Tempat-tempat favoritnya adalah Padang Padang, Temples dan Mushroom Rock and Pandawa selama musim hujan.

Dia mengambil sebuah pendekatan filosofi terhadap selancarnya, “Saya coba fokus untuk hadir, dan tidak terikat dengan peralihan apa, saya perlu berlatih atau bagaimana saya berselancar. Saya hanya ingin bersenang-senang.”

 

we are humans, surfers

 

Hal ini menarik untuk mendapatkan campuran dari para peselancar ini untuk kampanye “KAMI ADALAH PESELANCAR” kami.  Pada saat yang sama, bagus untuk mendapatkan dukungan mereka serta vibes yang bagus. Terima kasih kepada kalian semuanya.

Di nusa kami berusaha membawa keaslian dan sebuah arti yang lebih luas terhadap industri selancar dan apa artinya menjadi seorang peselancar. Jika anda setuju atau menyukai kesedihan kami, tunjukkan kepada kami dukungan anda dengan menyukai atau membagi kampanye “KAMI ADALAH PESELANCAR” kami

Tetap sejati. Tetap pada kenyataan

(Pakaian baru kami sudah di toko-toko kami tapi masih tidak tersedia di e-toko kami.
Kami bekerja di atasnya untuk membawa anda pengalaman e-shopping lebih baik .
Kami akan terus memperbaharui anda.)

Dan terima kasih sudah menyukai apa yang kami lakukan. Kami juga.

Likes You may like only once 1 Comments

Leave a Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − eleven =